Friday, July 27, 2018

Tak Hanya Juventus yang Rasakan Efek Kedatangan Ronaldo

=
MILAN - Komisioner Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Roberto Fabbricini, percaya kedatangan Cristiano Ronaldo tak hanya berdampak positif bagi Juventus. Fabbricini menilai keseluruhan sepakbola Italia akan mendapatkan keuntungan dengan hadirnya pesepakbola terbaik dunia tersebut.
Kehadiran Ronaldo memang berefek positif bagi Juventus. Tak hanya dari sisi komersial, namun juga di media sosial. Hanya dalam kurun dua minggu setelah kedatangan Ronaldo, akun Instagram Juventus mendapatkan followers tambahan sebanyak 2,4 juta.
“Saya tidak menyangka CR7 (julukan Ronaldo) datang ke Italia. Saya pikir sepakbola Italia yang mendapatkan keuntungan, bukan hanya Juventus,” kata Fabbricini mengutip dari Football Italia
Liga Italia 2018-2019 akan bergulir mulai Sabtu 18 Agustus 2018. Sementara itu, Ronaldo akan menjalani laga kompetitif perdananya bersama Juventus pada Minggu 19 Agustus 2018. Di tanggal tersebut, Ronaldo dan Juventus akan bersua Chievo Verona di Stadion Marc Antonio Bentegodi.
Sementara itu, Ronaldo belum bergabung bersama skuad Juventus. Baru pada Senin 30 Juli 2018, Ronaldo akan berlatih bersama pemain-pemain Juventus yang baru pulang membela tim nasional mereka masing-masing di Piala Dunia 2018. Sebut saja Rodrigo Bentancur, Paulo Dybala, Douglas Costa dan lain-lain.
Kemudian pada Minggu 12 Agustus 2018, Ronaldo akan menjalani laga perdananya berseragam Juventus di laga uji coba. Pada hari tersebut, Juventus akan bertemu Juventus Primavera dan Ronaldo kemungkinan besar turun sebagai starter



Thursday, July 12, 2018

Rahmad Darmawan dan 9 Pemain Tinggalkan Sriwijaya FC?



Rahmad Darmawan dan 9 Pemain Tinggalkan Sriwijaya FC?





Langsung dari Rusia: Para Suporter Cantik Ini Memprediksi Juara Piala Dunia 2018



Langsung dari Rusia: Para Suporter Cantik Ini Memprediksi Juara Piala Dunia



Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru? Andi Abdullah Sururi - detikSport

Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?


Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?Foto: Richard Heathcote/Getty Images
Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?
Sensasi Kroasia di Piala Dunia adalah di tahun 1998 ketika mereka finis di peringkat ketiga. Namun, kecuali itu, mereka selalu terhenti di fase grup - sebelum tampil perkasa di Rusia saat ini, dengan memenangi semua pertandingannya menuju final.

Hingga kini baru Brasil (5 kali), Jerman (4), Italia (4), Argentina (2), Uruguay (2), Inggris (1), Prancis (1), dan Spanyol (1) yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia.

Apakah Kroasia menjadi negara kesembilan, atau Prancis menggandakan koleksinya menjadi dua?

Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters

www.pelangibola.com

20 Tahun Lalu, Pelatih Kroasia Cuma Suporter di Piala Dunia 1998



20 Tahun Lalu, Pelatih Kroasia Cuma Suporter di Piala Dunia 1998


Zlako Dalic (baju putih) memerhatikan pertandingan Kroasia vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 11 Juli 2018.
Zlako Dalic (baju putih) memerhatikan pertandingan Kroasia vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 11 Juli 2018.
MOSKWA, KOMPAS.com — Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, bertransformasi dalam 20 tahun. Dari suporter di tribune hingga pelatih yang mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2018.
ZLatko Dalic menjadi salah satu sosok yang paling berbahagia. Pelatih timnas Kroasia itu gembira negaranya kini bisa lebih baik dari pencapaian Piala Dunia 1998.
Saat itu, Kroasia berhasil melangkah ke semifinal Piala Dunia 1998. Sempat unggul lewat gol Davor Suker, negara pecahan Yugoslavia itu gagal ke final setelah Perancis menang 2-1 berkat dwigol Lilian Thuram.
"Pada 1998, saya berada di Perancis untuk menyaksikan tiga pertandingan pertama Kroasia sebagai suporter," kata Zlatko Dalic di FIFA.com  seusai laga semifinal melawan Inggris, Rabu (11/7/2018).
Pada laga fase Grup H Piala Dunia 1998, Kroasia menang atas Jamaika dan Jepang, lalu kalah dari Argentina. Kroasia lolos sebagai peringkat kedua grup.
Tim debutan Piala Dunia itu lantas melaju hingga ke semifinal seusai mengalahkan Romania dan Jerman. Davor Suker dkk lantas bertemu tuan rumah Perancis di semifinal.
"Semua orang di Kroasia sangat mengingat laga semifinal itu ketika Thuram membuat kami kalah. Kekalahan itu menjadi topik pembahasan di negara kami selama 20 tahun," kata Zlatko Dalic.


"Saya sendiri sempat bergembira ketika Suker mencetak gol. Namun, saya kembali duduk ketika Perancis bisa membuat skor sama kuat," tutur pelatih berusia 51 tahun itu.
Kalah dari Perancis, Kroasia akhirnya finis sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 1998 seusai menang atas Belanda. Antara 1998 dan 2014, tim berjulukan Vatreni tiga kali melangkah ke Piala Dunia.
Akan tetapi, Kroasia gagal melangkah lebih jauh dari fase grup. Tren negatif itu berakhir pada Piala Dunia 1998.
Timnas Kroasia berhasil mengalahkan timnas Inggris dengan skor 2-1 pada babak semifinal Piala Dunia 2018 lewat babak perpanjangan waktu di Stadion Luzhniki, Rabu (11/7/2018) atau Kamis dini hari WIB.
Gol Inggris dicetak Kieran Trippier pada menit ke-5. Sementara Kroasia mencetak gol balasan pada menit ke-68 melalui Ivan Perisic dan gol kemenangan dicetak Mario Mandzukic pada menit ke-109.
Pada laga final, Kroasia akan menghadapi tim yang mengalahkannya pada semifinal Piala Dunia 1998, Perancis. Laga final akan dilangsungkan di Stadion Luzhniki pada Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB.
Laga itu juga menjadi kesempatan Dalic membalas rasa kecewa 20 tahun lalu. Ketika dia pada pengujung karier sebagai pesepak bola profesional, melihat negaranya gagal melangkah ke final.
"Tidak, ini bukan soal balas dendam. Ini soal sepak bola," kata Dalic. 
"Fokus kami saat ini adalah mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menampilkan performa terbaik di final," tuturnya.




Kroasia Tak Takut Jumpa Prancis di Final Piala Dunia 2018

Kroasia Tak Takut Jumpa Prancis di Final Piala Dunia 2018
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 350 1921648 kroasia-tak-takut-jumpa-prancis-di-final-piala-dunia-2018-DDwIPSROTN.jpgTimnas Kroasia (Foto: AFP)MOSKOW – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Kroasai, Zlatko Dalic, menegaskan bahwa timnya siap untuk tampil di final Piala Dunia 2018 melawan Prancis di Stadion Luzhniki, Rusia, Minggu 15 Juli 2018 malam WIB. Namun ia menyadari jika lawan yang akan dihadapi tidaklah mudah.

Kroasia membukukan tempat di final setelah secara mengejutkan mengandaskan Inggris dengan skor tipis 2-1. Kemenangan itu pun mengantarkan tim berjuluk Vatreni itu untuk pertama kalinya tampil ke final Piala Dunia.
Timnas Kroasia (Foto: AFP)
Tugas berat pun kembali menanti Kroasia saat bersua Prancis. Meski memilikul beban berat yang akan dihadapi skuadnya, tetapi Dalic optimis bahwa Luka Modric dan kawan-kawan dapat melakukan tugasnya dengan baik dan meraih kemenangan atas Prancis serta merebut gelar juara Piala Dunia 2018.
“Tidak ada kelemahan dalam tim yang ada di final. Mereka adalah tim papan atas dengan para pemain fantastis. Tapi kami akan membahas Prancis nanti,” ungkap Dalic, mengutip dari Sportsmole, Kamis (12/7/2018).
Timnas Kroasia (Foto: AFP)
Kami mengambilnya selangkah demi selangkah. Kami sudah masuk final hari ini. Kami akan merayakannya, beristirahat dan kemudian kami akan bersiap untuk menghadapi Prancis,” tambah pelatih berusia 51 tahun itu.
“Kami menghadapi tugas yang menakutkan, tetapi itu akan menjadi pertandingan yang fantastis. Kami siap untuk itu. Saya yakin semua orang akan senang menonton pertandingan itu. Saya sangat menghormati Prancis,” tutupnya.


Kabar Terbaru Dari Usaha Manchester United Rekrut Bale Dan Willian

Kabar Terbaru Dari Usaha Manchester United Rekrut Bale Dan Willian



Gareth Bale masih terikat kontrak di Real Madrid hingga 2022. Sementara kontrak Willian di Chelsea masih tersisa hingga 2020.


Usaha Manchester United Rekrut Bale Dan Willian Gareth Bale Real Madrid

Gareth Bale tak bahagia di Real Madrid

pelangibola.com, Manchester – Setelah bermain di final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid, Gareth Bale secara terbuka mengungkapkan bahwa dia perlu bermain lebih banyak lagi musim depan, baik itu di Real Madrid atau di klub lain, dan, sebagai hasilnya, pernyataannya itu telah menimbulkan minat klub lain
Salah satu klub yang tertarik padanya adalah Manchester United. Setan Merah telah dikaitkan dengannya untuk sementara waktu dan jurnalis Duncan Castles, yang dikatakan memiliki sumber di Old Trafford, berpikir bahwa Setan Merah memiliki kesempatan untuk kembali  mengejar pemain asal Wales itu.
“Ada potensi bagi Manchester United untuk kembali ke sana. Tetapi harganya tinggi. Mereka sudah melihat target lain. Jelas, Gareth Bale adalah kemungkinan kuat bagi mereka karena situasinya di Real Madrid,” ujarnya.
Mereka harus menunggu dan melihat keputusan akhir Bale. Harus dilihat apakah dia akan mendapatkan waktu bermain di bawah manajer baru dan klubnya akan memuaskan keluhannya selama ini,” tambah Castles.
Dia kemudian berbicara tentang potensi Willian untuk bergabung dengan Manchester United. Castles menyatakan bahwa The Blues idealnya ingin menjualnya ke luar negeri daripada membiarkan dia pergi ke klub rival.
Castles juga menambahkan bahwa Jose Mourinho ingin mendapatkan jasa Willian tetapi lebih sulit untuk mendapatkan dia karena sang pemain belum siap untuk melakukan hal-hal yang diperlukan untuk keluar dari Chelsea.
“Dari perspektif Chelsea, penjualan di luar Premier League akan jauh lebih baik. Dia (Mourinho) berusaha mendatangkan Willian musim panas lalu dan akan mendatangkan jika memungkinkan untuk mengeluarkan Willian dari Chelsea,” lanjutnya.
“Masalahnya tidak seperti Nemanja Matic, yang siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk keluar dari klubnya, Willian tidak akan pergi ke rute itu,” pungkasnya.
Willian turut membela tim nasional Brasil di Piala Dunia 2018, namun ia tak mampu membawa timnya melangkah jauh di turnamen tersebut. Tim Samba harus takluk di tangan Belgia di babak perempat final, meski sebelum turnamen mereka termasuk ke dalam tim yang difavoritkan untuk melangkah hingga ke babak final. (Sumber: Sportskeeda)