Tuesday, June 11, 2019

Real Madrid Akan Habis Habisan Memburu Paul Pogba

Mix Parlay - Real Madrid dikabarkan akan habis habisan memburu Paul Pogba. Madrid juga berencana untuk membungkus beberapa pemain anyar seperti Eden Hazard dan Luka Jovic, dan juga Ferland Mendy yang kabarnya kini sudah dekat.

Mengutip Marca, Madrid membutuhkan gelandang, dan Zinedine Zidane hanya mau menerima Paul Pogba. Ada beberapa kandidat lain seperti Christian Eriksen dan Donny van de Beek, tetapi Zidane ngotot dibelikan Pogba.

Sebelumnya, pihak klub masih ragu mengejar Pogba. Meski Zidane mau, Florentino Perez sedikit keberatan karena Pogba merupakan salah satu pemain kontroversial. Pogba kerap berulah, dan Madrid tidak mau menerima pemai seperti itu.

Biarpun demikian, Madrid tetap tidak bisa melunakkan hati Zidane. Daripada kehilangan Zidane seperti dua musim lalu, m,ereka akhirnya menuruti perminatan sang pelatih. Madrid bakal memburu Pogba dengan seluruh kemampuan mereka.

Pembelian Pogba tidak akan mudah, Manchester United hanya mau melepas Pogba untuk 150 juta euro. Madrid menilai harga itu terlalu mahal, dan mereka masih belum mau tunduk pada Setan Merah.

Madrid tidak kehabisan cara. Secara khusus, Zidane ikut campur pada negosiasi ini. Zidane mengandalkan hasrat Pogba untuk bermain di bawah pimpinannya, dan untuk itu Pogba harus menurunkan permintaan gajinya.

Sebagai gantinya, Madrid siap menawarkan kontrak jangka panjang, mungkin dengan durasi enam tahun.

Peran Penting Paul Pogba

Adapun dalam usahanya merayu pimpinan Madrid, Zidane meyakinkan mereka bahwa Pogba bakal membawa kepemimpinan dan aura kompetitif dalam skuad. Pogba juga bicara bahasa Spanyol dengan baik, jadi adaptasi bukan masalah.

Di lapangan, talenta Pogba sudah jelas. Dia bakal menghadirkan banyak gol dan memberikan satu sentuhan pemain bintang yang saat ini tidak dimiliki Madrid.

Madrid sedang berusaha melancarkan proyek Pogba, dan mereka bernegosiasi langsung dengan Mino Raiola, super-agen yang memiliki hubungan baik dengan Los Blancos.

Manchester United tampaknya bakal kerepotan mempertahankan Paul Pogba. Sejarah mencatat, ketika Real Madrid menginginkan satu pemain, mereka hampir selalu mendapatkannya.

Baca juga : Messi Menjadi Atlet Terkaya Nomor 1

Bola Pelangi Adalah Agen Mix Parlay Terbesar Saat ini di Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi dalam hal melayani dan membantu masalah yang dihadapi member dalan hal pembuatan akun dan Masalah di Games.
Hanya dengan 1 User ID sudah bisa Dimainkan Semua Game Yang ada Di Situs Bola Pelangi .

Friday, July 27, 2018

Tak Hanya Juventus yang Rasakan Efek Kedatangan Ronaldo

=
MILAN - Komisioner Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Roberto Fabbricini, percaya kedatangan Cristiano Ronaldo tak hanya berdampak positif bagi Juventus. Fabbricini menilai keseluruhan sepakbola Italia akan mendapatkan keuntungan dengan hadirnya pesepakbola terbaik dunia tersebut.
Kehadiran Ronaldo memang berefek positif bagi Juventus. Tak hanya dari sisi komersial, namun juga di media sosial. Hanya dalam kurun dua minggu setelah kedatangan Ronaldo, akun Instagram Juventus mendapatkan followers tambahan sebanyak 2,4 juta.
Saya tidak menyangka CR7 (julukan Ronaldo) datang ke Italia. Saya pikir sepakbola Italia yang mendapatkan keuntungan, bukan hanya Juventus,” kata Fabbricini mengutip dari Football Italia
Liga Italia 2018-2019 akan bergulir mulai Sabtu 18 Agustus 2018. Sementara itu, Ronaldo akan menjalani laga kompetitif perdananya bersama Juventus pada Minggu 19 Agustus 2018. Di tanggal tersebut, Ronaldo dan Juventus akan bersua Chievo Verona di Stadion Marc Antonio Bentegodi.
Sementara itu, Ronaldo belum bergabung bersama skuad Juventus. Baru pada Senin 30 Juli 2018, Ronaldo akan berlatih bersama pemain-pemain Juventus yang baru pulang membela tim nasional mereka masing-masing di Piala Dunia 2018. Sebut saja Rodrigo Bentancur, Paulo Dybala, Douglas Costa dan lain-lain.
Kemudian pada Minggu 12 Agustus 2018, Ronaldo akan menjalani laga perdananya berseragam Juventus di laga uji coba. Pada hari tersebut, Juventus akan bertemu Juventus Primavera dan Ronaldo kemungkinan besar turun sebagai starter



Thursday, July 12, 2018

Rahmad Darmawan dan 9 Pemain Tinggalkan Sriwijaya FC?



Rahmad Darmawan dan 9 Pemain Tinggalkan Sriwijaya FC?





Langsung dari Rusia: Para Suporter Cantik Ini Memprediksi Juara Piala Dunia 2018



Langsung dari Rusia: Para Suporter Cantik Ini Memprediksi Juara Piala Dunia



Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru? Andi Abdullah Sururi - detikSport

Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?


Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?Foto: Richard Heathcote/Getty Images
Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?
Sensasi Kroasia di Piala Dunia adalah di tahun 1998 ketika mereka finis di peringkat ketiga. Namun, kecuali itu, mereka selalu terhenti di fase grup - sebelum tampil perkasa di Rusia saat ini, dengan memenangi semua pertandingannya menuju final.

Hingga kini baru Brasil (5 kali), Jerman (4), Italia (4), Argentina (2), Uruguay (2), Inggris (1), Prancis (1), dan Spanyol (1) yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia.

Apakah Kroasia menjadi negara kesembilan, atau Prancis menggandakan koleksinya menjadi dua?

Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters

www.pelangibola.com

20 Tahun Lalu, Pelatih Kroasia Cuma Suporter di Piala Dunia 1998



20 Tahun Lalu, Pelatih Kroasia Cuma Suporter di Piala Dunia 1998


Zlako Dalic (baju putih) memerhatikan pertandingan Kroasia vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 11 Juli 2018.
Zlako Dalic (baju putih) memerhatikan pertandingan Kroasia vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 11 Juli 2018.
MOSKWA, KOMPAS.com — Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, bertransformasi dalam 20 tahun. Dari suporter di tribune hingga pelatih yang mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2018.
ZLatko Dalic menjadi salah satu sosok yang paling berbahagia. Pelatih timnas Kroasia itu gembira negaranya kini bisa lebih baik dari pencapaian Piala Dunia 1998.
Saat itu, Kroasia berhasil melangkah ke semifinal Piala Dunia 1998. Sempat unggul lewat gol Davor Suker, negara pecahan Yugoslavia itu gagal ke final setelah Perancis menang 2-1 berkat dwigol Lilian Thuram.
"Pada 1998, saya berada di Perancis untuk menyaksikan tiga pertandingan pertama Kroasia sebagai suporter," kata Zlatko Dalic di FIFA.com  seusai laga semifinal melawan Inggris, Rabu (11/7/2018).
Pada laga fase Grup H Piala Dunia 1998, Kroasia menang atas Jamaika dan Jepang, lalu kalah dari Argentina. Kroasia lolos sebagai peringkat kedua grup.
Tim debutan Piala Dunia itu lantas melaju hingga ke semifinal seusai mengalahkan Romania dan Jerman. Davor Suker dkk lantas bertemu tuan rumah Perancis di semifinal.
"Semua orang di Kroasia sangat mengingat laga semifinal itu ketika Thuram membuat kami kalah. Kekalahan itu menjadi topik pembahasan di negara kami selama 20 tahun," kata Zlatko Dalic.


"Saya sendiri sempat bergembira ketika Suker mencetak gol. Namun, saya kembali duduk ketika Perancis bisa membuat skor sama kuat," tutur pelatih berusia 51 tahun itu.
Kalah dari Perancis, Kroasia akhirnya finis sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 1998 seusai menang atas Belanda. Antara 1998 dan 2014, tim berjulukan Vatreni tiga kali melangkah ke Piala Dunia.
Akan tetapi, Kroasia gagal melangkah lebih jauh dari fase grup. Tren negatif itu berakhir pada Piala Dunia 1998.
Timnas Kroasia berhasil mengalahkan timnas Inggris dengan skor 2-1 pada babak semifinal Piala Dunia 2018 lewat babak perpanjangan waktu di Stadion Luzhniki, Rabu (11/7/2018) atau Kamis dini hari WIB.
Gol Inggris dicetak Kieran Trippier pada menit ke-5. Sementara Kroasia mencetak gol balasan pada menit ke-68 melalui Ivan Perisic dan gol kemenangan dicetak Mario Mandzukic pada menit ke-109.
Pada laga final, Kroasia akan menghadapi tim yang mengalahkannya pada semifinal Piala Dunia 1998, Perancis. Laga final akan dilangsungkan di Stadion Luzhniki pada Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB.
Laga itu juga menjadi kesempatan Dalic membalas rasa kecewa 20 tahun lalu. Ketika dia pada pengujung karier sebagai pesepak bola profesional, melihat negaranya gagal melangkah ke final.
"Tidak, ini bukan soal balas dendam. Ini soal sepak bola," kata Dalic. 
"Fokus kami saat ini adalah mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menampilkan performa terbaik di final," tuturnya.




Kroasia Tak Takut Jumpa Prancis di Final Piala Dunia 2018

Kroasia Tak Takut Jumpa Prancis di Final Piala Dunia 2018
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 350 1921648 kroasia-tak-takut-jumpa-prancis-di-final-piala-dunia-2018-DDwIPSROTN.jpgTimnas Kroasia (Foto: AFP)MOSKOW – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Kroasai, Zlatko Dalic, menegaskan bahwa timnya siap untuk tampil di final Piala Dunia 2018 melawan Prancis di Stadion Luzhniki, Rusia, Minggu 15 Juli 2018 malam WIB. Namun ia menyadari jika lawan yang akan dihadapi tidaklah mudah.

Kroasia membukukan tempat di final setelah secara mengejutkan mengandaskan Inggris dengan skor tipis 2-1. Kemenangan itu pun mengantarkan tim berjuluk Vatreni itu untuk pertama kalinya tampil ke final Piala Dunia.
Timnas Kroasia (Foto: AFP)
Tugas berat pun kembali menanti Kroasia saat bersua Prancis. Meski memilikul beban berat yang akan dihadapi skuadnya, tetapi Dalic optimis bahwa Luka Modric dan kawan-kawan dapat melakukan tugasnya dengan baik dan meraih kemenangan atas Prancis serta merebut gelar juara Piala Dunia 2018.
“Tidak ada kelemahan dalam tim yang ada di final. Mereka adalah tim papan atas dengan para pemain fantastis. Tapi kami akan membahas Prancis nanti,” ungkap Dalic, mengutip dari Sportsmole, Kamis (12/7/2018).
Timnas Kroasia (Foto: AFP)
Kami mengambilnya selangkah demi selangkah. Kami sudah masuk final hari ini. Kami akan merayakannya, beristirahat dan kemudian kami akan bersiap untuk menghadapi Prancis,” tambah pelatih berusia 51 tahun itu.
“Kami menghadapi tugas yang menakutkan, tetapi itu akan menjadi pertandingan yang fantastis. Kami siap untuk itu. Saya yakin semua orang akan senang menonton pertandingan itu. Saya sangat menghormati Prancis,” tutupnya.