Showing posts with label AGEN BOLA. Show all posts
Showing posts with label AGEN BOLA. Show all posts

Thursday, July 12, 2018

20 Tahun Lalu, Pelatih Kroasia Cuma Suporter di Piala Dunia 1998



20 Tahun Lalu, Pelatih Kroasia Cuma Suporter di Piala Dunia 1998


Zlako Dalic (baju putih) memerhatikan pertandingan Kroasia vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 11 Juli 2018.
Zlako Dalic (baju putih) memerhatikan pertandingan Kroasia vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 11 Juli 2018.
MOSKWA, KOMPAS.com — Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, bertransformasi dalam 20 tahun. Dari suporter di tribune hingga pelatih yang mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2018.
ZLatko Dalic menjadi salah satu sosok yang paling berbahagia. Pelatih timnas Kroasia itu gembira negaranya kini bisa lebih baik dari pencapaian Piala Dunia 1998.
Saat itu, Kroasia berhasil melangkah ke semifinal Piala Dunia 1998. Sempat unggul lewat gol Davor Suker, negara pecahan Yugoslavia itu gagal ke final setelah Perancis menang 2-1 berkat dwigol Lilian Thuram.
"Pada 1998, saya berada di Perancis untuk menyaksikan tiga pertandingan pertama Kroasia sebagai suporter," kata Zlatko Dalic di FIFA.com  seusai laga semifinal melawan Inggris, Rabu (11/7/2018).
Pada laga fase Grup H Piala Dunia 1998, Kroasia menang atas Jamaika dan Jepang, lalu kalah dari Argentina. Kroasia lolos sebagai peringkat kedua grup.
Tim debutan Piala Dunia itu lantas melaju hingga ke semifinal seusai mengalahkan Romania dan Jerman. Davor Suker dkk lantas bertemu tuan rumah Perancis di semifinal.
"Semua orang di Kroasia sangat mengingat laga semifinal itu ketika Thuram membuat kami kalah. Kekalahan itu menjadi topik pembahasan di negara kami selama 20 tahun," kata Zlatko Dalic.


"Saya sendiri sempat bergembira ketika Suker mencetak gol. Namun, saya kembali duduk ketika Perancis bisa membuat skor sama kuat," tutur pelatih berusia 51 tahun itu.
Kalah dari Perancis, Kroasia akhirnya finis sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 1998 seusai menang atas Belanda. Antara 1998 dan 2014, tim berjulukan Vatreni tiga kali melangkah ke Piala Dunia.
Akan tetapi, Kroasia gagal melangkah lebih jauh dari fase grup. Tren negatif itu berakhir pada Piala Dunia 1998.
Timnas Kroasia berhasil mengalahkan timnas Inggris dengan skor 2-1 pada babak semifinal Piala Dunia 2018 lewat babak perpanjangan waktu di Stadion Luzhniki, Rabu (11/7/2018) atau Kamis dini hari WIB.
Gol Inggris dicetak Kieran Trippier pada menit ke-5. Sementara Kroasia mencetak gol balasan pada menit ke-68 melalui Ivan Perisic dan gol kemenangan dicetak Mario Mandzukic pada menit ke-109.
Pada laga final, Kroasia akan menghadapi tim yang mengalahkannya pada semifinal Piala Dunia 1998, Perancis. Laga final akan dilangsungkan di Stadion Luzhniki pada Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB.
Laga itu juga menjadi kesempatan Dalic membalas rasa kecewa 20 tahun lalu. Ketika dia pada pengujung karier sebagai pesepak bola profesional, melihat negaranya gagal melangkah ke final.
"Tidak, ini bukan soal balas dendam. Ini soal sepak bola," kata Dalic. 
"Fokus kami saat ini adalah mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menampilkan performa terbaik di final," tuturnya.




Wednesday, July 11, 2018

Ini Penyebab Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2018

Ini Penyebab Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2018


Pupuskan Mimpi Inggris, Kroasia Tantang Prancis di Final Piala Dunia 2018



Pupuskan Mimpi Inggris, Kroasia Tantang Prancis di Final Piala Dunia 2018


Timnas Kroasia, Timnas Inggris, Piala Dunia 2018

pelangibola.com, Moskow - Timnas Kroasia akan menantang Prancis di final Piala Dunia 2018 setelah menang 2-1 atas Inggris pada babak semifinal yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Rabu (11/7/2018) waktu setempat atau Kamis (12/7/2018) dini hari WIB. Gol kemenangan Kroasia dicetak Mario Mandzukic pada babak kedua perpanjangan waktu.
Pertarungan seru disajikan kedua tim. Inggris dan Kroasia saling jual beli serangan sejak awal pertandingan. Inggris unggul lebih dulu pada menit ke-5.
Gol The Three Liones dicetak Kevin Trippier lewat tendangan bebas. Bola yang dia lepaskan mampu menundukkan kiper Kroasia, Danijel Subasic. Itu menjadi satu-satunya gol yang tercipta pada babak pertama.
Pada babak kedua, Kroasia meningkatkan daya dobrak mereka. Berulang kali armada Zlatko Dalic melayangkan ancaman. Namun, gol yang ditunggu baru tercipta pada menit ke-68.
Adalah Ivan Perisic yang membuat Kroasia memunculkan asa. Sontekan kaki kirinya setelah memanfaatkan umpan Sime Vrsaljko, membuat kiper Inggris, Jordan Pickford, tak berdaya. 
Meski memiliki kesempatan untuk menambah pundi gol, Inggris dan Kroasia tetap tak mampu mengubah keadaan. Skor 1-1 memaksa kedua tim melanjutkan pertarungan ke babak tambahan waktu. 

Gol Penentu Mario Mandzukic


Pada babak pertama perpanjangan waktu, kedua tim melakukan sejumlah pergantian. Timnas Inggris memasukkan Danny Rose dan Eric Dier untuk memperkukuh lini tengah.
Sementara Kroasia terpaksa memasukkan Josip Pivaric menggantikan Ivan Strinic yang mengalami cedera. Sedangkan Andrej Kramaric masuk mengisi posisi Ante Rebic. Baik Inggris dan Kroasia menciptakan sejumlah peluang pada babak pertama. Namun, tak ada satupun gol yang tercipta.
Kroasia akhirnya mencetak gol kedua mereka pada menit ke-109. Gawang Pickford dibobol Mario Mandzukic yang memanfaatkan umpan Perisic. Dengan tenang, pemain Juventus itu menjebol gawang Inggris dengan sepakan kaki kirinya.
Inggris berusaha untuk menyamakan kedudukan. Jamie Vardy dimasukkan demi menambah daya dobrak. Namun, keadaan tak berubah. Kroasia bersorak setelah wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir.

Susunan Pemain

Kroasia (4-1-4-1): 23- Danijel Subasic; 2-Sime Vrsaljko, 21-Domagoj Vida, 6-Dejan Lovren, 3-Ivan Strinic (22-Josip Pivaric 95); 11-Marcelo Brozovic; 18-Ante Rebic (9-Andrej Kramaric 101), 10-Luka Modric (19-Milan Badelj 119), 7-Ivan Rakitic, 4-Ivan Perisic; 17-Mario Mandzukic (5-Vedran Corluka 116)
Pelatih: Zlatko Dalic
Inggris (3-1-4-2): 1-Jordan Pickford; 6-Harry Maguire, 2-Kyle Walker (11-Jamie Vardy 112), 5-John Stones; 8-Jordan Henderson (4-Eric Dier 97); 12-Kieran Trippier, 7-Jesse Lingard, 20-Dele Alli, 18-Ashley Young (3-Danny Rose 90); 9-Harry Kane, 10-Raheem Sterling (19-Marcus Rashford 74)
www.pelangibola.com


Tuesday, July 10, 2018

Kroasia Vs Inggris: Mandzukic Mengancam Pickford



Kroasia Vs Inggris: Mandzukic Mengancam Pickford






Kroasia Vs Inggris: Mandzukic Mengancam Pickford





Mandzukic Bantah Pemain Kroasia Kelelahan Jelang Hadapi Inggris di Piala Dunia 2018



Mandzukic Bantah Pemain Kroasia Kelelahan Jelang Hadapi Inggris di Piala Dunia 2018


https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 350 1920657 mandzukic-bantah-pemain-kroasia-kelelahan-jelang-hadapi-inggris-di-piala-dunia-2018-nllz82gqe9.jpgMario Mandzukic (Foto: AFP
SAINT PETERSBURG – Timnas Kroasia berhasil memetik hasil maksimal ketika melakoni pertandingan babak perempatfinal Piala Dunia 2018. Kroasia berhasil mengalahkan lawannya yang juga merupakan tuan rumah, Rusia, dengan skor akhir 4-3 melalui drama adu penalti.
Akan tetapi Kroasia nampaknya tak bisa bersenang-senang terlalu lama atas keberhasilan mereka tersebut. Pasalnya pada babak semifinal Piala Dunia 2018, Kroasia sudah dinanti salah satu kandidat juara, yakni Inggris.
Timnas Kroasia

Sejauh ini, Inggris memang masih lebih diunggulkan untuk menjadi kampiun Piala Dunia 2018 dibandingkan Kroasia. Terlebih dengan sejumlah nama besar macam Raheem Sterling, Dele Alli, hingga Harry Kane yang menghuni skuad The Three Lions –julukan Inggris.
Selain itu faktor kelelahan juga kabarnya tengah menghantui para pemain Kroasia. Banyak kabar menyebutkan para pemain Kroasia tak dalam kondisi prima usai melakoni laga panjang melawan Rusia di babak perempatfinal Piala Dunia 2018.
Timnas Kroasia
Akan tetapi hal itu dibantah mentah-mentah oleh penyerang andalan Kroasia, Mario Mandzukic, beberapa saat lalu. Mandzukic menegaskan bahwa rekan-rekan setimnya sudah sangat siap untuk meladeni Inggris di babak semifinal Piala Dunia 2018.
Semua pemain siap. Anda akan melihat itu di pertandingan. Kami sudah menunggu bertahun-tahun untuk melakukan sesuatu yang hebat bersama Kroasia. Kami sangat dekat dan kami akan memberikan seluruh kemampuan kami di lapangan untuk mencapai target kami,” ujar Mandzukic, seperti disadur dari Express, Rabu (11/7/2018).
www.pelangibola.com

3 Duel Kunci di Laga Prancis vs Belgia

3 Duel Kunci di Laga Prancis vs Belgia


3 Duel Kunci di Laga Prancis vs Belgia3 Duel Kunci di Laga Prancis vs Belgia. (Foto: ReuterJakarta - Prancis akan duel dengan Belgia di semifinal Piala Dunia 2018. Head to head antar pemain kunci di setiap lini akan tersaji dalam laga ini.

Prancis vs Belgia akan berlangsung di Saint Petersburg Stadium, Rabu (11/7/2018) dinihari WIB. Akan ada pertempuran sengit di tiap-tiap lini yang bisa menentukan keberhasilan tim.

N'Golo Kante vs Kevin De Bruyne

De Bruyne bermain lebih ke depan saat Belgia mengalahkan Brasil. Situasi itu berbeda di pertandingan Belgia sebelumnya. De Bruyne mungkin akan bermain sedikit lebih ke dalam melawan Prancis, tetapi dia masih mungkin untuk bertemu dengan Kante dalam duel lini tengah.

Di antara pemain gelandangan bertahan yang masih tersisa di Piala Dunia kali ini, Kante adalah gelandang bertahan yang paling banyak punya jumlah total tekel sukses terbaik yakni 12 menurut catatan Whoscored. Pun dengan intercept-nya yang mencapai 17 kali.

Dengan data tersebut, Kante bisa saja menjadi kunci dalam laga ini untuk Prancis. Jika bisa mematikan De Bruyne dan meredam serangan balik Belgia, bukan tak mungkin Les Bleus melaju ke final


Raphael Varane vs Romelu Lukaku

Varane adalah bek dari Prancis dan Lukaku adalah striker Belgia. Keduanya punya postur yang sama-sama tinggi dan akan menjadi menarik saat melihat keduanya berduel udara.

Varane sejauh ini punya catatan memenangi duel udara sebanyak 22 kali dari 29 duel. Jumlah itu tertinggi di skuat Prancis. Lukaku tidak punya catatan duel yang menonjol dengan keunggulan posturnya itu. Cuma ada 10 duel yang dimenangi dari 17 duel udara.

Terlepas dari angka-angka itu, Lukaku punya aspek yang tak bisa ditentukan dengan statistik. Di sejauh ini sangat cerdik dalam pergerakan tanpa bolanya. Varane pun sudah bertekad ingin mematikan Lukaku dari aspek itu.

Kylian Mbappe vs Vincent Kompany

Mbappe akan jadi salah satu sorotan utama di lini depan Prancis. Kecepatan pemain 19 tahun ini sudah beberapa kali bikin lini belakang lawan kocar-kacir.

Kompany adalah salah satu sosok kuat di lini belakang, tapi sepanjang musim ini kondisi fisiknya tidak bugar sepenuhnya. Mbappe bisa memanfaatkan kelemahan bek 32 tahun itu dengan bermain sprint, seperti saat menaklukkan Marcos Rojo di 16 besar melawan Argentina


www.pelangibola.com