Showing posts with label CASINO. Show all posts
Showing posts with label CASINO. Show all posts

Thursday, July 12, 2018

Rahmad Darmawan dan 9 Pemain Tinggalkan Sriwijaya FC?



Rahmad Darmawan dan 9 Pemain Tinggalkan Sriwijaya FC?





Langsung dari Rusia: Para Suporter Cantik Ini Memprediksi Juara Piala Dunia 2018



Langsung dari Rusia: Para Suporter Cantik Ini Memprediksi Juara Piala Dunia



Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru? Andi Abdullah Sururi - detikSport

Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?


Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?Foto: Richard Heathcote/Getty Images
Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?
Sensasi Kroasia di Piala Dunia adalah di tahun 1998 ketika mereka finis di peringkat ketiga. Namun, kecuali itu, mereka selalu terhenti di fase grup - sebelum tampil perkasa di Rusia saat ini, dengan memenangi semua pertandingannya menuju final.

Hingga kini baru Brasil (5 kali), Jerman (4), Italia (4), Argentina (2), Uruguay (2), Inggris (1), Prancis (1), dan Spanyol (1) yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia.

Apakah Kroasia menjadi negara kesembilan, atau Prancis menggandakan koleksinya menjadi dua?

Final Piala Dunia 2018: Juara Lagi atau Juara Baru?Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters

www.pelangibola.com

20 Tahun Lalu, Pelatih Kroasia Cuma Suporter di Piala Dunia 1998



20 Tahun Lalu, Pelatih Kroasia Cuma Suporter di Piala Dunia 1998


Zlako Dalic (baju putih) memerhatikan pertandingan Kroasia vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 11 Juli 2018.
Zlako Dalic (baju putih) memerhatikan pertandingan Kroasia vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, 11 Juli 2018.
MOSKWA, KOMPAS.com — Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, bertransformasi dalam 20 tahun. Dari suporter di tribune hingga pelatih yang mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2018.
ZLatko Dalic menjadi salah satu sosok yang paling berbahagia. Pelatih timnas Kroasia itu gembira negaranya kini bisa lebih baik dari pencapaian Piala Dunia 1998.
Saat itu, Kroasia berhasil melangkah ke semifinal Piala Dunia 1998. Sempat unggul lewat gol Davor Suker, negara pecahan Yugoslavia itu gagal ke final setelah Perancis menang 2-1 berkat dwigol Lilian Thuram.
"Pada 1998, saya berada di Perancis untuk menyaksikan tiga pertandingan pertama Kroasia sebagai suporter," kata Zlatko Dalic di FIFA.com  seusai laga semifinal melawan Inggris, Rabu (11/7/2018).
Pada laga fase Grup H Piala Dunia 1998, Kroasia menang atas Jamaika dan Jepang, lalu kalah dari Argentina. Kroasia lolos sebagai peringkat kedua grup.
Tim debutan Piala Dunia itu lantas melaju hingga ke semifinal seusai mengalahkan Romania dan Jerman. Davor Suker dkk lantas bertemu tuan rumah Perancis di semifinal.
"Semua orang di Kroasia sangat mengingat laga semifinal itu ketika Thuram membuat kami kalah. Kekalahan itu menjadi topik pembahasan di negara kami selama 20 tahun," kata Zlatko Dalic.


"Saya sendiri sempat bergembira ketika Suker mencetak gol. Namun, saya kembali duduk ketika Perancis bisa membuat skor sama kuat," tutur pelatih berusia 51 tahun itu.
Kalah dari Perancis, Kroasia akhirnya finis sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 1998 seusai menang atas Belanda. Antara 1998 dan 2014, tim berjulukan Vatreni tiga kali melangkah ke Piala Dunia.
Akan tetapi, Kroasia gagal melangkah lebih jauh dari fase grup. Tren negatif itu berakhir pada Piala Dunia 1998.
Timnas Kroasia berhasil mengalahkan timnas Inggris dengan skor 2-1 pada babak semifinal Piala Dunia 2018 lewat babak perpanjangan waktu di Stadion Luzhniki, Rabu (11/7/2018) atau Kamis dini hari WIB.
Gol Inggris dicetak Kieran Trippier pada menit ke-5. Sementara Kroasia mencetak gol balasan pada menit ke-68 melalui Ivan Perisic dan gol kemenangan dicetak Mario Mandzukic pada menit ke-109.
Pada laga final, Kroasia akan menghadapi tim yang mengalahkannya pada semifinal Piala Dunia 1998, Perancis. Laga final akan dilangsungkan di Stadion Luzhniki pada Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB.
Laga itu juga menjadi kesempatan Dalic membalas rasa kecewa 20 tahun lalu. Ketika dia pada pengujung karier sebagai pesepak bola profesional, melihat negaranya gagal melangkah ke final.
"Tidak, ini bukan soal balas dendam. Ini soal sepak bola," kata Dalic. 
"Fokus kami saat ini adalah mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menampilkan performa terbaik di final," tuturnya.




Kroasia Tak Takut Jumpa Prancis di Final Piala Dunia 2018

Kroasia Tak Takut Jumpa Prancis di Final Piala Dunia 2018
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 350 1921648 kroasia-tak-takut-jumpa-prancis-di-final-piala-dunia-2018-DDwIPSROTN.jpgTimnas Kroasia (Foto: AFP)MOSKOW – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Kroasai, Zlatko Dalic, menegaskan bahwa timnya siap untuk tampil di final Piala Dunia 2018 melawan Prancis di Stadion Luzhniki, Rusia, Minggu 15 Juli 2018 malam WIB. Namun ia menyadari jika lawan yang akan dihadapi tidaklah mudah.

Kroasia membukukan tempat di final setelah secara mengejutkan mengandaskan Inggris dengan skor tipis 2-1. Kemenangan itu pun mengantarkan tim berjuluk Vatreni itu untuk pertama kalinya tampil ke final Piala Dunia.
Timnas Kroasia (Foto: AFP)
Tugas berat pun kembali menanti Kroasia saat bersua Prancis. Meski memilikul beban berat yang akan dihadapi skuadnya, tetapi Dalic optimis bahwa Luka Modric dan kawan-kawan dapat melakukan tugasnya dengan baik dan meraih kemenangan atas Prancis serta merebut gelar juara Piala Dunia 2018.
“Tidak ada kelemahan dalam tim yang ada di final. Mereka adalah tim papan atas dengan para pemain fantastis. Tapi kami akan membahas Prancis nanti,” ungkap Dalic, mengutip dari Sportsmole, Kamis (12/7/2018).
Timnas Kroasia (Foto: AFP)
Kami mengambilnya selangkah demi selangkah. Kami sudah masuk final hari ini. Kami akan merayakannya, beristirahat dan kemudian kami akan bersiap untuk menghadapi Prancis,” tambah pelatih berusia 51 tahun itu.
“Kami menghadapi tugas yang menakutkan, tetapi itu akan menjadi pertandingan yang fantastis. Kami siap untuk itu. Saya yakin semua orang akan senang menonton pertandingan itu. Saya sangat menghormati Prancis,” tutupnya.


Wednesday, July 11, 2018

Pupuskan Mimpi Inggris, Kroasia Tantang Prancis di Final Piala Dunia 2018



Pupuskan Mimpi Inggris, Kroasia Tantang Prancis di Final Piala Dunia 2018


Timnas Kroasia, Timnas Inggris, Piala Dunia 2018

pelangibola.com, Moskow - Timnas Kroasia akan menantang Prancis di final Piala Dunia 2018 setelah menang 2-1 atas Inggris pada babak semifinal yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Rabu (11/7/2018) waktu setempat atau Kamis (12/7/2018) dini hari WIB. Gol kemenangan Kroasia dicetak Mario Mandzukic pada babak kedua perpanjangan waktu.
Pertarungan seru disajikan kedua tim. Inggris dan Kroasia saling jual beli serangan sejak awal pertandingan. Inggris unggul lebih dulu pada menit ke-5.
Gol The Three Liones dicetak Kevin Trippier lewat tendangan bebas. Bola yang dia lepaskan mampu menundukkan kiper Kroasia, Danijel Subasic. Itu menjadi satu-satunya gol yang tercipta pada babak pertama.
Pada babak kedua, Kroasia meningkatkan daya dobrak mereka. Berulang kali armada Zlatko Dalic melayangkan ancaman. Namun, gol yang ditunggu baru tercipta pada menit ke-68.
Adalah Ivan Perisic yang membuat Kroasia memunculkan asa. Sontekan kaki kirinya setelah memanfaatkan umpan Sime Vrsaljko, membuat kiper Inggris, Jordan Pickford, tak berdaya. 
Meski memiliki kesempatan untuk menambah pundi gol, Inggris dan Kroasia tetap tak mampu mengubah keadaan. Skor 1-1 memaksa kedua tim melanjutkan pertarungan ke babak tambahan waktu. 

Gol Penentu Mario Mandzukic


Pada babak pertama perpanjangan waktu, kedua tim melakukan sejumlah pergantian. Timnas Inggris memasukkan Danny Rose dan Eric Dier untuk memperkukuh lini tengah.
Sementara Kroasia terpaksa memasukkan Josip Pivaric menggantikan Ivan Strinic yang mengalami cedera. Sedangkan Andrej Kramaric masuk mengisi posisi Ante Rebic. Baik Inggris dan Kroasia menciptakan sejumlah peluang pada babak pertama. Namun, tak ada satupun gol yang tercipta.
Kroasia akhirnya mencetak gol kedua mereka pada menit ke-109. Gawang Pickford dibobol Mario Mandzukic yang memanfaatkan umpan Perisic. Dengan tenang, pemain Juventus itu menjebol gawang Inggris dengan sepakan kaki kirinya.
Inggris berusaha untuk menyamakan kedudukan. Jamie Vardy dimasukkan demi menambah daya dobrak. Namun, keadaan tak berubah. Kroasia bersorak setelah wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir.

Susunan Pemain

Kroasia (4-1-4-1): 23- Danijel Subasic; 2-Sime Vrsaljko, 21-Domagoj Vida, 6-Dejan Lovren, 3-Ivan Strinic (22-Josip Pivaric 95); 11-Marcelo Brozovic; 18-Ante Rebic (9-Andrej Kramaric 101), 10-Luka Modric (19-Milan Badelj 119), 7-Ivan Rakitic, 4-Ivan Perisic; 17-Mario Mandzukic (5-Vedran Corluka 116)
Pelatih: Zlatko Dalic
Inggris (3-1-4-2): 1-Jordan Pickford; 6-Harry Maguire, 2-Kyle Walker (11-Jamie Vardy 112), 5-John Stones; 8-Jordan Henderson (4-Eric Dier 97); 12-Kieran Trippier, 7-Jesse Lingard, 20-Dele Alli, 18-Ashley Young (3-Danny Rose 90); 9-Harry Kane, 10-Raheem Sterling (19-Marcus Rashford 74)
www.pelangibola.com


Tuesday, July 10, 2018

Babak Pertama Prancis vs Belgia Tanpa Gol

Babak Pertama Prancis vs Belgia Tanpa Gol


Penjaga gawang Prancis Hugo Lloris saat pertandingan semifinal Prancis vs Belgia.
Penjaga gawang Prancis Hugo Lloris saat pertandingan semifinal Prancis vs Belgia.


Sejumlah kesempatan berhasil digagalkan penjaga gawang.
REPUBLIKA.CO.ID, SAINT PETERSBURG -- Pertandingan semi final Piala Dunia 2018 antara Prancis vs Belgia sedang berlangsung di Stadion Saint Petersburg, Rabu (11/7) pukul 01.00 WIB. Pertandingan rasa Eropa ini berlangsung panas dan kedudukan masih kacamata 0-0.
Sejak peluit ditiup, Belgia langsung menguasai jalannya pertandingan. Serangan Belgia lebih banyak mengalir dari sisi kiri melalui pergerakan Kapten Belgia, Eden Hazard. Beberapa kali Hazard mengancam pertahanan pemain belakang Prancis.
Sementara itu, Prancis memilih sedikit bertahan dan melakukan serangan balik yang kerap membahayakan gawang yang dijaga kiper Belgia, Thibaut Courtois. Pada menit ke-13, penyerang muda Prancis, Kylian Mbappe hampir saja menciptakan gol jika seandainya Courtois tidak menangkap bola lebih dulu.
Tidak lama kemudian, giliran Hazard yang melakukan tendangan ke arah gawang Prancis yang dijaga Hugo Lloris. Namun, tendangan kirinya juga masih menyamping di tiang gawang.
Pada menit ke-21, lagi-lagi pemain Belgia hampir saja membobol gawang Prancis. Kali ini melalui tendangan pemain belakang Belgia, Toby Alderweireld. Namun, tendangan kaki kirinya juga masih bisa ditepis oleh Hugo Lloris. 
Prancis tak tinggal diam. Ketiga penyerang mereka, Griezmann, Mbappe, dan Giroud juga kerap merepotkan lini pertahanan Belgia yang hanya dijaga tiga pemain belakang. Pada menit ke-39, pemain belakang Prancis, Pavard juga hampir saja membobol gawang Prancis dengan tendangan kirinya. 
Peluang inu tercipta melalui kerja sama dengan Mbappe. Sayangnya, tendangan kaki kiri Pavard juga masih menyamping di sisi kanan tiang gawang Belgia. Hingga turun minum, skor masih kacamata. Namun, dari segi penguasaan bola Belgia masih unggul yaitu 44 persen berbanding 56 persen. 
www.pelangibola.com

Monday, July 9, 2018

Semifinal Piala Dunia: Inggris Vs Kroasia, Ini Prediksi Mourinho



Semifinal Piala Dunia: Inggris Vs Kroasia, Ini Prediksi Mourinho

Para pemain Timnas Inggris melakukan selebrasi.  (AP Photo/Victor R. Caivano)
Para pemain Timnas Inggris melakukan selebrasi. (AP Photo/Vic
TEMPO.CO, Jakarta - Inggris akan berhadapan dengan Kroasia dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Kamis dinihari WIB, 11 Juli 2018. Pertandingan akan digelar mulai pukul 01.00 WIB dan disiarkan Trans TV.
Ini jadi semifinal pertama Inggris sejak Piala Dunia 1990. Saat itu, mereka harus puas finis di peringkat keempat. Kini, peruntungan mereka bisa berbeda.
Pelatih Manchester United Jose Mourinho, termasuk yang meyakini hal ini. "Inggris punya peluang emas lolos ke final, bahkan juara. Tak ada yang mustahil," kata dia.
Pelatih 55 tahun itu bukan asal bicara manis lantaran mencari nafkah di Inggris. Mourinho punya alasan kuat kenapa ia menjagokan Inggris. Menurut dia, skuad pemain Inggris didominasi pemain muda dengan rata-rata usia 26 tahun.
Muda saja tidaklah cukup. Menurut dia, Jesse Lingard dan kawan-kawan sudah kenyang akan pengalaman di kompetisi terketat di dunia, yakni Liga Primer Inggris, serta Liga Champions.
Toh begitu, bekas pelatih Real Madrid itu mengingatkan skuad pemain jempolan saja bukan jaminan bisa tampil baik. Ada faktor lain, seperti kekompakan tim dan  keberuntungan.
Soal keberuntungan, Inggris cukup teduh di bawah payung Dewi Fortuna. Mereka relatif mendapat lawan yang enteng sejak fase grup. Berada di Grup G, Inggris ditantang lawan tak sepadan, yakni Tunisia dan Kosta Rika. Mereka kalah oleh Belgia.
Beranjak ke babak 16 besar, Inggris berduel melawan Kolombia yang punya kualitas pemain hampir sama kuat. Inggris lolos setelah imbang 1-1 dan unggul di babak tostosan. Selanjutnya, di babak perempat final, mereka bertemu dengan lawan yang tergolong mudah, yakni Swedia.
Dalam laga di Samara, Inggris tampil dominan. Kekuatan fisik pemain muda Tiga Singa berbicara banyak dalam laga tersebut. Harry Maguire dan rekan-rekan tampil beringas tanpa lelah. Tak cuma galak, Inggris juga kuat di semua lini.
Buktinya, mereka dengan mudah merebut bola dari kaki Andreas Granqvist dan kawan-kawan. Ditambah lagi, penampilan apik Jordan Pickford di bawah mistar sukses menangkal terjangan bola lawan. Inilah generasi sepak bola Inggris hasil gemblengan Liga Primer, kompetisi paling ketat sejagat, yang mulai berputar sejak 1992.
Gelandang Tiga Singa, Eric Dier, mengakui anggapan tersebut. Kesediaan tim-tim Inggris memakai jasa pemain muda lokal dalam beberapa tahun terakhir membuahkan hasil manis. "Kami mampu bermain dengan perilaku baik, komitmen, dan mental kuat," kata pemain 24 tahun itu.
Dier pun yakin skuad Inggris saat ini masih bisa berkembang lagi di luar Piala Dunia 2018. Menurut dia, timnya punya ambisi besar menggapai prestasi tertinggi.
Kami tak punya waktu memikirkan masa lalu. Kami hanya ingin berfokus melanjutkan tugas dan jadi yang terbaik," kata dia.
Pelatih Inggris, Gareth Southgate, juga yakin tim asuhannya masih bisa berkembang lebih bagus lagi. "Skuad ini bukan cuma punya kualitas dan mental kuat. Mereka juga pekerja keras. Sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti berbuah manis," kata pelatih 47 tahun itu.

Kroasia Vs Inggris, Duel Dua Bintang Liverpool

Kroasia Vs Inggris, Duel Dua Bintang Liverpool