Sunday, July 8, 2018

11 Pemain Terbaik pada Perempat Final Piala Dunia 2018

11 Pemain Terbaik pada Perempat Final Piala Dunia 2018


Fakta Unik Piala Dunia 2018: Kroasia Jagoan Adu Penalti

Fakta Unik Piala Dunia 2018: Kroasia Jagoan Adu Penalti

Jarang sekali ada negara yang memenangi dua adu penalti berturut-turut di kancah Piala Dunia. Kroasia menjadi tim kedua yang melakukannya.
Kroasia berhasil mengulangi pencapaian historis di Piala Dunia 1998. Dua dasawarsa lampau, negara pecahan Yugoslavia ini mempersembahkan debut fenomenal di turnamen sepakbola terakbar dengan mencapai semi-final.
Skuat paten yang berisikan nama-nama mentereng semacam Davor Suker dan Zvonimir Boban melewati adangan Rumania di 16 besar sebelum mencetak kejutan besar di perempat-final. Jerman mereka hajar tiga gol tanpa balas untuk menembus empat besar.
Kroasia gagal melanjutkan langkah ke partai puncak lantaran menyerah 2-1 di hadapan tuan rumah Prancis.
Ironisnya, performa Hrvatska menukik setelah itu. Mereka tak pernah lagi mampu keluar dari fase grup. Sekarang, Kroasia kembali mencuat di Piala Dunia 2018.
Sebagaimana 20 tahun silam, generasi terkini Vatreni juga berlabel emas. Dalam tim asuhan Zlatko Dalic bercokol deretan pemain kelas wahid. Sebut saja Luka Modric, Ivan Rakitic, hingga Mario Mandzukic.
Kroasia tampil meyakinkan dengan memanen rekor 100 persen kemenangan dalam tiga laga grup. Skor telak 3-0 atas Argentina pada matchday kedua memverifikasi kekuatan Kroasia.
Bila di babak penyisihan keunggulan teknis Kroasia yang berbicara, di ronde knock-outgiliran mental baja mereka mengemuka.
Kroasia Fakta Hari Ini

Kroasia melakoni sepasang pertarungan alot menghadapi Denmark dan Rusia masing-masing di 16 besar dan perempat-final. Kedua laga berakhir seimbang dalam 120 menit hingga dilanjutkan ke adu penalti.
Hasilnya, Kroasia selalu mampu tampil sebagai pemenang.
Ini ternyata melahirkan sebuah rekor langka. Kroasia menjadi negara kedua yang memetik kemenangan adu penalti dalam dua pertandingan berturut-turut di fase gugur Piala Dunia. Sebelum ini, cuma Argentina yang menggoreskan sejarah serupa kala mengeliminasi Yugoslavia di perempat-final lalu Italia di turnamen 1990.
Tidak hanya itu, Kroasia juga merupakan tim kedua yang lolos melewati dua partai knock-out beruntun dari posisi tertinggal, mengikuti jejak Italia pada 1970.
Di 16 besar kontra Denmark, Kroasia tertinggal dini akibat gol tercepat turnamen di Rusia melalui Mathias Jorgensen di menit pertama sebelum Mandzukic membalas.
Di perempat-final melawan tim tuan rumah di Sochi, Sabtu (7/7) malam kemarin, gawang Kroasia juga bobol lebih dahulu oleh tendangan indah Denis Cheryshev. Namun, Vatreni berhasil bangkit dan akhirnya ketangguhan mental mengantarkan mereka ke semi-final untuk berjumpa Inggris.

www.pelangigoal.com
www.pelangibola.com


Abaikan Wimbledon, Penduduk Inggris Tertuju ke Piala Dunia 2018

www.pelangibola.com

Abaikan Wimbledon, Penduduk Inggris Tertuju ke Piala Dunia 2018






Gol-gol Perempatfinal Piala Dunia 2018 dalam Angka



Bek Kroasia Nyaris Dihukum FIFA Usai Unggah Video Kontroversial di Piala Dunia 2018


https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 09 350 1919659 bek-kroasia-nyaris-dihukum-fifa-usai-unggah-video-kontroversial-di-piala-dunia-2018-VihNeYbddY.jpgDomagoj Vida (Foto: AFP)
SOCHI – Bek Tim Nasional (Timnas) Kroasia, Domagoj Vida, berhasil lolos dari hukuman FIFA setelah mengunggah sebuah video kontroversial yang mendedikasikan kemenangan timnya di Piala Dunia 2018 untuk Ukraina. Kemenangan tersebut diraih saat Kroasia mengandaskan Rusia dengan di babak perempatfinal.
Vida yang mencetak gol pada perpanjangan waktu tampil menjadi penyelamat Kroasia untuk memperpanjang napas mereka ke babak adu penalti. Ia pun juga ikut menolong Kroasia meraih kemenangan setelah menjadi salah satu eksekutor yang mencetak gol pada kemenangan penalti dengan skor 4-3.
Domagoj Vida (Foto: AFP)
Hal itu pun menuai protes dari beberapa pejabat Rusia yang meminta Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) untuk mengambil tindakan dispiliner yang keras terhadap Vida. Pasalnya ucapan tersebut menyinggung Rusia yang sempat bersitegang dalam beberapa tahun ke belakang.
Pada video tersebut, pemain berusia 29 tahun itu meneriakkan ‘Glory to Ukraine’ dalam unggahan milik mantan pemain internasional Kroasia yang pernah bermain untuk Dynamo Kyiv yakni Ognjen Vukojevic tak lama setelah pertandingan. Video itu pun mengguncang publik Rusia karena slogan tersebut mengandung unsur politik yang kuat dari kedua negara.
Meski begitu FIFA telah mempelajari unggahan video tersebut dan memutuskan untuk tidak memberikan hukuman kepada Vida. FIFA yang mengirim peringatan kepada Vida dan tidak akan mengambil langkah yang lebih jauh kembali.
Domagoj Vida (Foto: AFP)
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa komite dispilin FIFA telah mengirim peringatan kepada pemain Domagoj Vida, tetapi tidak akan mengambil langkah lebih lanjut,” tulis pernyataan FIFA, yang dilansir dari AFP, Senin (9/7/2018).
Vida pun memberikan konfirmasi bahwa video tersebut tidak bermaksud untuk menyinggung warga Rusia. Unggahan tersebut hanya bermaksud bercanda tanpa ada maksud tertentu.
“Saya menyukai orang-orang Rusia. Itu hanya lelucon,” pungkas Vida.

www.pelangibola.com